
KEHADIRAN PT Indonesia Plantation Sinergy (IPS)agaknya mengubah imej negatif menjadi positif. Padahal masyarakat Desa Kerayaan Kecamatan Sangkulirang, nyaris putus asa. Bahkan warga beranggapan tak mungkin perkebunan kelapa sawit bisa dikembangkan di desa mereka. Tak mungkin ad investor yang mau masuk ke Kerayaan.
Anggapan tersebut berubah dengan hadirnya investor dari Malaysia, PT Indonesia Plantation Sinergy (IPS) yang semula bernama Zakrasi Plantation Sinergy. Kedatangan PT IPS mendapat sambutan hangat masyarakat setempat. Bahkan Kepala Desa (Kades) Kerayaan Sayid Machmud menyatakan sangat mendukung kehadiran investor dimaksud.
"Ternyata lahan yang berbukit seperti ini juga bisa dimanfaatkan untuk perkebunan kelapa sawit. Dulu, sudah banyak investor ke sini, namun selalu gagal karena yang mereka cari lahan dengan hamparan yang datar," kata Kades Kerayaan Sayid Machmud mengomentari kehadiran PT IPS ini.
Kades Kerayaan bersama warganya sangat mendukung PT IPS ini, karena telah memenuhi janjinya yang sebelum membuka perkebunan Salah satunya adalah pembangunan pabrik kelapa sawit yang peletakan batu pertamanya, kemarin dilakukan Bupati H Isran Noor.
Untuk membangun perkebunan kelapa sawit itu, PT IPS bakal memerlukan tenaga kerja yang tidak sedikit, yakni sekitar 750 sampai 1.200 orang. Pihak manajemen berjanji akan memprioritaskan warga lokal untuk menjadi karyawan di perusahaan tersebut, sehingga secara langsung akan membantu peningkatan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi warga sekitarnya.
Meski sudah ada perkebunan kelapa sawit dengan pola plasma, pihaknya juga meminta kepada masyarakat untuk membangun kebun secara swadaya. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu sendiri.
"Saya berangan-angan, lima tahun lagi tak ada lagi masyarakat di Kerayaan yang jadi karyawan, namun sudah menjadi manajer di kebunnya sendiri. Sehingga kita memberikan kesempatan kepada saudara-saudara kita yang ada di Jawa atau Sulawesi atau di luar Kutim untuk bekerja di sini," kata Sayid Machmud.
Sedangkan Afri Trenggono yang mewakili unsur manajemen PT IPS mengatakan, warga Desa Kerayaan sangat pintar. Sebab, ketika melakukan negosiasi, mereka sangat pandai berdiplomasi. Salah satu contohnya adalah, pihak perusahaan diminta membangun pabrik terlebih dulu sebelum kebunnya selesai.
"Sekarang kita wujudkan pembangunan pabrik kelapa sawit ini dan diharapkan dalam waktu 20 bulan ke depan sudah selesai. Kita juga memprioritaskan warga lokal untuk bekerja di sektor perkebunan kelapa sawit di PT IPS ini," kata Afry.
Pihaknya juga menerima baik cita-cita yang disampaikan Kades Kerayaan Sayid Machmud mengenai warga yang ingin menjadi manajer serta tidak menjadi pekerja di kebun.
Sedangkan Bupati Kutim H Isran Noor menilai, keinginan yang disampaikan Kades Kerayaan itu merupakan pemikiran nasionalis, karena memberikan kesempatan kepada warga lain untuk bekerja di sini. Sebab, untuk tidak menjadi pekerja merupakan hal yang baik, karena memberikan kesempatan warga lain untuk bekerja di sektor perkebunan di sini.
Isran juga sependapat apabila warga lokal mendapat prioritas untuk bekerja di sektor perkebunan PT IPS ini, namun juga sudah tidak ada lagi warga lokal yang ingin bekerja bisa mengambil pekerja dari luar Kutim. Dengan memiliki pemikiran nasionalis seperti itu sangat baik, lantaran tidak mementingkan diri sendiri atau kelompoknya.
DIKUTIP DARI KALTIM POST, RABU, 12 MEI 2010