(Kalimantan Timur) Perusahaan perkebunan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk membuka 554 hektare lahan milik milik 277 kepala keluarga (KK) di Desa Bekokong Makmur, Kecamatan Jempang, Kutai Barat, Kaltim sebagai kebun sawit plasma di daerah itu.
"Kebun plasma di Bekokong ini adalah wujud awal dari Memorandum of Understanding (MoU) Pemkab Kutai Barat dengan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk," kata Presiden Direktur PT PP Lonsum Indonesia Tbk, Benny Tjong.
Pada program perdana itu, plasma di Desa Bekokong Makmur melibatkan 277 KK dan masing-masing KK memiliki lahan garapan dua hektare sehingga total areal kebun plasma untuk tahap pertama 554 hektare.
Dia mengakui kurun waktu sejak ditentukannya Desa Bekokong Makmur sebagai salah satu lokasi program kebun plasma hingga peresmian pembukaan lahan memang memakan waktu tidak singkat.
"Mungkin terkesan berlarut-larut, namun itu tidak terlepas dari banyaknya persyaratan yang harus dipenuhi karena bukan hanya melibatkan satu pihak saja. Hal ini agar dipahami karena menyangkut legalitas lahan, batas wilayah, petani peserta, perizinan, hingga syarat dan ketentuan dari perbankan selaku penyalur kredit," ujarnya.
Dibukanya kebun plasma di Desa tersebut merupakan pelasma pertama di Kutai Barat, seiring dengan luasan lahan tanam yang dilakukan perusahaan yang hingga kini mencapai 7.000 ha dari luas konsesi hak guna usaha (HGU) 30.000 ha.
Menurut Benny dari total izin HGU yang dimiliki paling tidak yang akan ditanami 50%, sementara itu sisanya akan dipertahankan untuk kawasan lindung dan konservasi.
"Pada tahap pertama ini kita memang membuka kebun plasma 554 ha dari target 1.400 ha yang harus dilakukan, namun hal itu akan dilakukan secara bertahap karena harus melibatkan masyarakat," kata Benny.
sumber:tender-indonesia.com